IDWS, 13 November 2018 - Xinhua, agensi berita resmi pemerintahan Cina, telah berinovasi dengan menggunakan Pembawa Berita A.I — perpaduan digital dengan menggabungkan rekaman pembawa acara sungguhan serta suara sintesis.
Belum jelas teknologi apa yang digunakan untuk menciptakan pembawa berita A.I tersebut, namun menurut kabar Pembawa Berita A.I menggunakan teknologi dari machine learning reasearch terbaru.
Diperkirakan, Xinhua menggunakan pembawa berita manusia sebagai basis, sebelum kemudian menganimasikan bibir dan mimik wajahnya seperti virtual puppet. Ditambah dengan suara sintesis, Xinhua bisa memprogram pembawa acara A.I tersebut untuk membaca berita lebih cepat dari pada menggunakan CGI tradisional.
Dilansir dari Xinhua serta South China Morning Post. 2 pembawa berita A.I telah diciptakan (1 untuk siaran berita berbahasa Inggris, 1 untuk siaran berita berbahasa Mandarin) berkolaborasi dengan perusahaan search engine lokal bernama Sogou. Xinhua mengklaim bahwa pembawa berita A.I memiliki prospek tak terbatas serta bisa digunakan untuk membawakan berita bagi stasiun TV, website, serta mobile output bagi agensi tersebut dengan biaya murah.
Setiap pembawa berita A.I mampu bekerja 24 jam per hari dalam beberapa platform sekaligus, mengurangi biaya produksi dan meningkatkan efisiensi, dilansir dari Xinhua.
Teknologi yang digunakan tentunya bukannya tanpa terbatas. Terlihat jelas mimik muka pembawa berita A.I tersebut masih terbatas, dan suaranya terdengan jelas merupakan suara sintesis. Namun machine learning research yang digunakan telah mencapai kemajuan pesat, sehingga tidak mengherankan apabila di masa depan, pembawa berita A.I akan sulit dibedakan dengan pembawa acara manusia.
Meski belum terdengar adanya kontroversi atau penolakan tegas akan penggunaan pembawa acara A.I secara luas, Xinhua setidaknya tidak buru-buru merombak jajaran staff host-nya dengan A.I, dengan melakukan integrasi perlahan.
Setidaknya, karakter sintesis telah secara perlahan tapi pasti mendapatkan tempat dalam kultur mainstream, dengan figur seperti virtual pop star Hatsune Miku atau virtual YouTuber Kizuna Ai membuat publik semakin familiar dengan perubahan zaman. (Stefanus/IDWS)
Sumber: TheVerge