Melalui akun media sosial resminya, Kereta Api Indonesia (KAI) pada hari ini (5/5) umumkan perubahan nama KA Argo Bromo Anggrek menjadi KA Anggrek mulai 9 Mei 2026
Dalam unggahannya, KAI ungkap bahwa penyederhanaan nama ini bukan meninggalkan sejarah, namun mematangkan warisan yang telah lama melekat dalam perjalanan masyarakat Indonesia.
Tertulis, "Anggrek tidak menunggu tanah yang sempurna untuk tumbuh. Ia menemukan caranya sendiri untuk bertahan. Bertumpu tanpa mengambil alih. Dekat tampa merusak. Lembut, tapi tidak rapuh. Tenang, tapi tidak lemah".
Dilanjutkan, "Di situlah makna Anggrek menemukan bentuknya. Sebuah nama yang membawa keanggunan, keteguhan, dan kepercayaan dalam setiap perjalanan".
KAI juga beritahukan bahwa setiap penumpang yang telah memiliki tiket KA Argo Bromo Anggrek, tetap dapat menggunakan tiketnya sesuai jadwal dan kelas pelayanan yang dipilih.
Berawal dari proyek memperingati 50 Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, prototipe JS950 yakni KA Suryajana diujicobakan pada 10 Desember 1994. 31 Juli 1995, JS950 Argo Bromo diresmikan oleh Presiden Soeharto.
JS852 Argo Bromo Anggrek diluncurkan pada 24 September 1997. Kereta lintas Jakarta-Surabaya itu mengambil angka 8 karena perjalanan dapat ditempuh selama 8 jam. Sedangkan angka 52 diambil karena bertepatan dengan 52 Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia.
Sejak bernama Argo Bromo Anggrek, KA ini pernah mengalami beberapa insiden. Di tahun 2026, Argo Bromo Anggrek terlibat dalam insiden tabrakan dengan Commuter Line Cikarang di Stasiun Bekasi Timur, pada 27 April 2026.
Terbaru, KA Argo Bromo Anggrek terlibat kecelakaan dengan mobil Toyota Avanza di perlintasan tanpa rambu di Desa Tuko, Grobogan, Jawa Tengah, pada 1 Mei 2026.