Seorang pemuda Republik Bashkortostan, Rusia, melakukan hal unik untuk bertahan hidup. Berusia 20an tahun, pria bernama Oleg itu sempat mengabdi wajib militer setelah lulus SMA. Ia kemudian memutuskan untuk mencari pekerjaan di ibu kota, Ufa. 3 hari luntang-lantung tak mendapatkan pekerjaan, akhirnya ia mendapatkan tempat tinggal dan makanan. Bagaimana cara Oleg mendapatkannya?

Entah ini dikatakan sebagai "setan merasuki" atau ide genius, ia akhinya memukan solusi supaya mendapatkan tempat tinggal dan makan. Untuk mewujudkan idenya supaya masuk penjara, awalnya ia lari ke sebuah hotel dan mengeklaim ia membawa bom di dalam tasnya. Tak ada yang percaya, ia naik ke lantai 2, mengunci kamar, lalu meloncat kabur dari jendela.

Gagal di hotel, kini Oleg mencobanya di bandara Ufa. Ia berteriak histeris untuk meyakinkan dirinya membawa bom di dalam tas. Petugas keamanan bandara mencoba negosiasi dengan Oleg, untuk meletakkan tasnya dan mundur. Oleg menolaknya. Aksi ini berakhir setelah petugas keamanan berhasil mengidentifikasi bahwa tidak ada tanda bahan peledak dibawa Oleg. Mereka pun meringkus "si teroris penipu" tersebut.

Media lokal, Ufa1 melaporkan (14/2), Oleg menyadari bahwa ia telah memberikan informasi palsu terkait ledakan yang akan terjadi dan bahwa informasi indi dapat menyebabkan kepanikan, ketakutan, kecemasan, serta membahayakan keselamatan publik. Pemeriksaan psikiatris menunjukkan Oleg sepenuhnya sehat dan sadar apa yang telah ia perbuat.

Atas perbuatannya, Oleg harus menghabiskan 3 tahun 2 bulan di koloni penjara. Selain mendapatkan pekerjaan hukuman di penjara, ia kini dapatkan tempat tinggal dan makan setidaknya 2 kali sehari. Tampaknya harapan Oleg telah terwujud.