Pertandingan sepak bola terkadang bukan hanya sekadar kemenangan atau kekalahan skor semata. Kejadian unik terjadi dalam laga lanjutan CONCACAF Nations League C 2026/27 antara tuan rumah Antigua dan Barbuda versus Anguilla.
Digelar pada 26 September 2026 pukul 19.00 waktu setempat, Sir Vivian Richards Stadium menjadi saksi kemenangan 5-0 tuan rumah. Kelima gol tersebut berhasil dicetak di babak pertama.
Meskipun tertinggal 5 gol, Anguilla membuat "perubahan" di babak kedua. "Perubahan" ini terjadi setelah Aedan Scipio masuk menggantikan Carlton Carty pada menit ke-69.
Aedan Scipio sendiri dikenal sebagai pemain sepak bola profesional dengan rambut gimbal panjang yang ikonik. Saking panjang rambutnya, ia menggunakan ikatan di perutnya untuk menahan rambut panjangnya saat bermain.
Bukan perubahan angka papan skor, masuknya Aedan Scipio membuat 2 pemain Antigua dan Barbuda diganjar kartu merah. Keon Greene diganjar kartu merah pada menit ke-72, sedangkan Shalon Knight pada menit ke-90+3.
Apa yang membuat kedua pemain tuan rumah itu dihukum kartu merah? Kedua pemain tersebut dikartu merah akibat menarik rambut Aedan Scipio dari belakang. Insiden itu dianggap sebagai pelanggaran berat dan layak diganjar kartu merah.
Anguilla tetap kalah, Aedan Scipio tidak membuat keajaiban kemenangan. Namun kehadirannya berhasil menciptakan perubahan jumlah pemain lawan, meski tidak bisa dimanfaatkan untuk mencetak gol.
Berada di Grup B, Antigua dan Barbuda memimpin klasemen sementara dengan perolehan 3 poin dari 2 pertandingan dan keunggulan 4 gol. Aruba berada di peringkat kedua dengan 3 poin dan keunggulan 1 gol. Sedangkan Anguilla menjadi juru kunci Grup B.