Pria Cheshire, Inggris, bernama Steven Hamill melakukan pemeriksaan kesehatan pada tahun 2019 setelah menyadari kepala p3n1s atau "torpedo"nya membengkak 4 kali lebih besar dari ukuran normal. Saat itu ia berusia 26 tahun. Dokter memberikan krim steroid untuk mengatasi infeksi yang diyakini sebagai balanitis, sebuah pembengkakan kepala torpedo yang bisa disebabkan karena tidak membersihkan torpedo dengan bersih atau juga Infeksi Menular Seksual (IMS).
Melansir dari Unilad (8/4), Steven Hamill mendapati permasalahan baru sebulan kemudian, yakni torpedonya mengeluarkan aroma tak sedap yang tajam. Awalnya dokter sangsi bahwa itu dikarenakan kanker, karena usianya terlalu muda untuk mengalaminya. Ternyata yang dialami Steven Hamill memanglah kanker torpedo. Menurut data Macmillan Cancer Support, ada sekitar 700 orang di Inggris yang didiagnosis menderita kanker torpedo setiap tahunnya.
Kondisi kanker torpedo dialami Steven Hamill ini ia ketahui setelah ia ditemukan pingsan dengan genangan darah di dalam mobil oleh saudaranya. Setelah sempat dibawa ke Unit Gawat Darurat, ia dirujuk ke spesialis di The Christie NHS Foundation Trust Manchester. Di situlah Steven Hamill didiagnosis menderita kanker torpedo pada bulan April tahun 2019.
Untuk mengatasi kondisinya, Steven Hamill mengambil keputusan besar, yakni jalani operasi memotong setengah torpedonya yang semula berukuran 8 inchi (20,32 cm) menjadi 4 inchi (10,16 cm). Sambil bercanda, ia merasa bersyukur karena ukuran asli torpedonya tergolong panjang. Jika ukuran torpedonya rata-rata, maka akan "tidak berfungsi" setelah dipotong setengahnya.
7 tahun berlalu, kini Steven Hamill berusia 33 tahun, dinyatakan sembuh dan telah menjadi seorang ayah. Sebelumnya ia dinyatakan tidak bisa memiliki anak karena operasi dijalaninya. Namun realitanya, ia bisa memiliki anak di tahun 2022. Dengan apa yang telah dialaminya, Steven Hamill menyarankan orang-orang untuk segera melakukan pemeriksaan ke dokter jika menemukan keanehan pada tubuhnya, sebelum terlambat.