Seekor anjing Labrador hitam bernama Tokyo (5) harus dievakuasi dari gunung tertinggi di Britania Raya, Ben Nevis, setelah "nge-fly" hingga kehilangan kesadaran. Dari hasil pemeriksaan Crown Vets di Fort William, Skotlandia, mereka meyakini Tokyo telah mengonsumsi ganja (cannabis).

Christina Bluhme selaku pemilik Tokyo, ceritakan peristiwa ini via Instagram 'dogitivity_dogtraining' pada 12 Juli 2026 dan CNN. Di hari kejadian, pelatih anjing profesional itu sedang melakukan aktivitas hiking bersama anaknya serta 2 ajing bernama Tokyo dan Blaze.

Sekitar 1 jam dari estimasi perjalanan ke puncak (1.345 meter), Christina Bluhme menyadari Tokyo tampak tidak sehat. Awalnya ia mengira Tokyo alami masalah tulang belakang atau cakram tulang belakang yang bergeser karena pendakian.

Saat Tokyo beberapa kali kehilangan kesadaran, Christina Bluhme sempat berpikir ini adalah akhir kebersamaannya dengan Tokyo. Ia kemudian berniat membawa turun Tokyo. Namun mengevakuasi anjing seberat 24 kg bukanlah hal yang mudah, apalagi sedang turun hujan lebat.

Sesama hiker di lokasi menyarankan Christina menelepon Lochaber Mountain Rescue Team untuk meminta bantuan darurat. Untungnya, beberapa anggota tim penyelamat itu tengah berada tak jauh dari posisi Christina. Mereka kebetulan juga tengah melakukan penyelamatan. Tokyo kemudian dievakuasi menggunakan stretcher dan akhirnya bisa dibawa turun.

Berhasil dievakuasi ke bawah, Christina pun bergegas mengendarai mobilnya untuk membawa Tokyo ke vet terdekat bernama Crown Vets. Sesampainya di vet, dokter hewan mengenali gejala dialami Tokyo bukanlah dari rasa sakit, melainkan neurotoksisitas.

Dari hasil pengecekan kondisi, termasuk cek darah, kuat menunjukkan bahwa Tokyo telah mengonsumsi ganja. Tokyo diperkirakan mengonsumsi (memakan atau menjilat) ganja yang terjatuh di jalur pendakian, atau dari kotoran manusia (tinja maupun urin) yang terkontaminasi ganja.

Pada hari Rabu, 15 Juli 2026, Christina Bluhme menunggah informasi terbaru terkait kondisi Tokyo di Instagram. Anjing Labrador hitam berusia 5 tahun itu kini telah dalam kondisi sehat dan siap beraktivitas normal kembali.