Anggota kepolisian aktif (disebut Polisi A) di Seoul, Korea Selatan, ditangkap usai diduga menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk membuat ratusan foto dan video deepfake seksual orang-orang yang dikenalnya. Ternyata ia pernah tersandung kasus serupa 2 tahun sebelum bergabung kepolisian.
Bersadarkan hasil penyelidikan yang dilaporkan SBS (4/10), total video dimiliki Polisi A berjumlah sekitar 5.600 file. 2.600 di antaranya adalah deepfake seksual, 1.600 materi eksploitasi seksual anak dan remaja, serta 1.300 rekaman yang dibuat secara ilegal.
Polisi lalu lintas di Kantor Polisi Dongdaemun itu diketahui menyebarkan konten deepfake melalui kanal Telegram pada rentang Agustus 2025 hingga April 2026. Intel dari kepolisian Busan menyelidiki kasus dengan cara masuk ke kanal Telegram tersebut untuk membongkar identitas pelaku.
Awalnya kepolisian keluarkan surat penggeledahan dan penyitaan ponsel pelaku pada bulan Agustus tahun ini atas kasus penyebaran 3 video deepfake. Namun ketika menganalisa ponsel pelaku, ditemukanlah total sekitar 5.600 foto dan video.
Polisi A diketahui melakukan produksi 400 konten deepfake orang-orang yang dikenalinya selama rentang Maret 2022 hingga Juli 2026. Ia akhirnya ditangkap pada 16 September 2026 dan mengakui seluruh perbuatannya.