Saat ini masyarakat tengah dihebohkan dengan camilan yang diduga berasal dari Bandung bernama Snack Bikini. Bukan karena rasanya yang bikin heboh, namun Snack Bikini atau Bihun Kekinian ini memiliki kemasan yang dianggap bernuansa pornografi.
Bikini Snack tersebut memiliki kemasan bergambar bikini dan bertuliskan ‘remas aku’. Bikini Snack diedarkan melalui instagram.
Hingga saat ini, bikini snack sudah masuk ke Serang, Malang, Jambi, Bali, Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Lampung, Bekasi, Purwokerto, Pekanbaru, Cirebon, Sukabumi, Depok dan Madiun.
Menurut Direktur Eksekutif Jaringan Anak Nusantara (JARANAN), Nanang Djamaludin, beredarnya produk makanan tersebut merupakan siasat dari para pelaku jaringan industri pornografi.
“Saya mensinyalir ini merupakan salah satu siasat jitu dari para pelaku jaringan industri pornografi.”
“Bisnis yang tak kalah menggiurkan dari segi keuntungan selain narkoba.”
“Yakni dalam rangka membangun apa yang disebut sebagai porn library (perpustakaan porno) di otak anak-anak Indonesia sedini mungkin, lewat hal yang disukai anak-anak, dalam hal ini jajanan,” kata Nanang kepada MedanBagus.com (grup pojoksumut.com) melalui pesan elektronik, Selasa (2/8).
Untuk itu, Nanang menegaskan, pemilik bisnis yang berupaya untuk membangun perpustakaan pronografi di otak anak-anak harus segera ditangkap dan diadili.
“Tangkap dan adili para pemilik bisnis yang berupaya membangun perpustakaan porno di otak anak,” tandasnya.