IDWS, Kamis, 10 Oktober 2019 - Seorang walikota di Meksiko bagian selatan menghadapi amukan warga yang kesal karena dirinya dinilai tidak menepati janji-janjinya saat kampanye.

Walikota Las Margaritas yang bernama Jorge Luis Escandon Hernandez itu dipaksa keluar dari kantornya oleh warga, diikat ke bagian belakang sebuah mobil dengan seutas tali, lalu diseret di sepanjang jalan. Lokasi tempat kejadian disebutkan berada di sebuah desa di negara bagian Chiapas.

 

 

Video aksi "penculikan" dan "penyeretan" Escandon juga beredar ke media sosial. Salah satunya saat dia diseret paksa keluar dari kantornya, dan yang kedua adalah saat dia diseret di jalanan.

 

 

Tindakan ekstrim warga setempat ini dilaporkan merupakan serangan kedua. Warga yang sebagian besar adalah petani, menuntut Escandon menepati janji kampanyenya yakni memperbaiki jalan-jalan setempat. Empat bulan lalu, sekelompok pria menggerebok kantornya, namun tidak berhasil menemukan Escandon.

Sebelum terpilih sebagai walikota, Escandon juga pernah ditangkap menjelang pemilihan walikota di Las Margaritas karena diduga terlibat dengan pendukung lawan politiknya. Meski akhirnya ia kemudian dibebaskan karena kurangnya bukti.

Puluhan petugas kepolisian setempat turun tangan menghentikan warga serta menyelematkan walikota Escandon, yang dilaporkan tidak mengalami cedera serius. Aksi warga kali ini memaksa polisi menempatkan personel tambahan di sana.

 

(BBC News Indonesia)

Politikus di Meksiko memang sering menghadapi ancaman-ancaman kekerasan seperti yang dialami Escandon, namun bukan kekerasan dari warga. Sebagai negara yang dikenal kental akan mafia, para politikus seringkali dijadikan sasaran oleh gembong narkoba karena menolak mendukung praktik kejahatan mereka.

Apa yang dialami oleh Escandon merupakan hal tak lazim di Meksiko. Ia mengatakan akan menuntut balik warga karena dirinya "telah diculik dan berusaha dibunuh".

 

(Stefanus/IDWS)


Sumber: BBC News Indonesia