IDWS.ID

Berita Internasional

Kim Jong-un Minta Maaf Setelah Personel Militer Korut Tembak Mati Seorang Pejabat Perikanan Korsel

26 Sep 2020

Seorang pejabat Korea Selatan (Korsel) ditembak mati dan dibakar jenazahnya oleh tentara Korea Utara (Korut), membuat pemimpin Korut Kim Jong-un meminta maaf kepada Korsel.

IDWS, Sabtu, 26 September 2020 - Permintaan maaf sang supreme leader Korut itu disampaikan lewat sepucuk surat dari Pyongyang — ibukota Korut — pada Jumat (25/9/2020) kemarin setelah penembakan mati seorang pejabat Korsel oleh personel militer Korut di perbatasan kedua negara. Permintaan maaf itu diharapkan dapat menghindari naiknya tensi antara kedua negara yang sejatinya adalah saudara itu.

Korban jiwa tersebut adalah seorang pria warga Korsel berusia 47 tahun yang bekerja di kementerian Perikanan Korsel, menurut Penasehat Keamanan Nasional Korea Selatan Sun Hoon, seperti dilansir dari Bloomberg. Insiden pembunuhan itu merupakan yang pertama terjadi di antara kedua negara dalam kurang lebih satu dekade terakhir. Seoul pun meminta Pyongyang menunjukkan rasa penyesalannya.

"Kim menurunkan perintah untuk mengantar pesan bahwa ia sangat menyesal bahwa insiden itu mengecewakan Presiden Korsel Moon Jae-in dan rakyat Korsel," bunyi satu kalimat di surat itu menurut Suh Hoon. Sedangkan media-media Korut sendiri disebut tidak menyinggung insiden penembakan itu sama sekali.

 

Pemimpin Korut, Kim Jong-un, meminta maaf kepada Korsel usai personel militer Korut menembak mati seorang pejabat pemeritahan Korsel. (Foto: Andrey Rudakov/Bloomberg)

Pejabat pemerintahan itu dilaporkan menghilang pada Senin (21/9/2020) dari kapalnya yang berada di dekat Pulau Yeonpyeong, kurang lebih 10 kilometer arah selatan dari batas maritim yang disebut dengan Northern Limit Line. Bloomberg melaporkan bahwa menurut Kementerian Pertahanan Korea Selatan, personel militer Korut menembak mati pejabat itu lalu membakar jenazahnya.

Pejabat itu disebut-sebut hendak membelot ke Korut namun diperlakukan kasar oleh Korut karena mereka beranggapan ia membawa virus corona COVID-19, menurut laporan Agensi Berita Yonhap yang mengklaim melansir laporan dari militer Korsel.

Pulau Yeonpyeong yang menjadi lokasi insiden kali ini, pada 2010 silam menjadi lokasi pertama dari serangan terhadap wilayah Korsel sejak akhir dari Perang Korea. Korut menyerang selama kurang lebih satu jam, membunuh dua warga sipil dan dua pelaut Korsel sekaligus merusak 300 struktur dan menyebabkan kebakaran di area perhutanan.

 

(Stefanus/IDWS)

Share    

IDWS Promo